Tuesday, 18 November 2014

Sinopsis Pee Mak Phra Khanong (Thai Movie)

Dear bloggers, Assalamualaikum..

Kali ini gue pengen bikin sinopsis filmnya Mario maurer yang lain. Buat yang belum nonton, Pee Mak Phra Khanong ini genrenya horor komedi. Lucu. Lumayan buat hiburan di tengah kepadatan menggarap skripsweet. Filmnya udah keluar dari tahun 2013 sebenernya, tapi, gak masalah lah yaa kalo gue pengen bahas ini. :)

Di suatu daerah bernama Phra Khanong, di negeri Thailand, konon kisah ini adalah legenda yang benar-benar terjadi di sana. Kisah mengenai cinta abadi seorang wanita kepada suaminya ini, diceritakan secara turun temurun dari mulut ke mulut.
Begini ceritanya...... (biar kayak serial misteri..)
Kisah ini bersetting abad ke 19, dimana saat itu terjadi perang antara negeri Siam dengan negeri asing yang bersenjata modern. Mak (Mario Maurer) menjadi salah satu prajurit yang membela negerinya. Ketika terluka, Mak berjumpa dengan empat orang lainnya yang kemudian menjadi sahabatnya.

Pada saat yang sama, istri Mak yang bernama Nak (Davika Hoorne) sedang berjuang sendirian menahan sakitnya di Phra Khanong untuk melahirkan bayinya. Setelah beberapa waktu, di Phra Khanong sering terdengar suara Nak yang menyanyikan lagu nina bobo untuk anaknya, yang menakuti seluruh warga di kawasan Phra Khanong. Rumor kemudian beredar di Phra Khanong bahwa Nak telah mati dan menjadi hantu.

Bersama keempat temannya yang aneh (Aey, Ter, Puak, Shin), Mak berhasil selamat dari perang. Mak kemudian mengundang mereka untuk datang ke rumahnya dan mengajak mereka untuk menginap selama beberapa hari di rumah bibi Mak yang kosong karena sudah tiada penghuninya, yang letaknya di seberang rumah Mak. Mak sangat bahagia dapat berjumpa kembali dengan istri dan anaknya. Mak kemudian memperkenalkan teman-temannya dengan istrinya yang cantik jelita dan bayi mereka yang diberi nama Dang.

Keesokan harinya, Mak, dan teman-temannya pergi ke pasar untuk berbelanja. Anehnya, di pasar semua orang terlihat takut pada Mak, dan tidak ada satu pun yang bersedia menjual barang kepada Mak. Pada sebuah toko bir kecil, wanita penjual yang setengah mabuk kemudian mencoba untuk memberitahu Mak mengenai rumor tersebut, namun, niat tersebut dihentikan oleh anaknya.

Suatu malam, Shin, datang ke rumah Mak untuk mengajak Mak minum bersama mereka. Shin ketakutan ketika melihat tangan Nak yang memanjang dari rumah panggungnya untuk mengambil buah yang berada di tanah. Selain itu, Shin melihat keanehan pada rumah Mak yang sangat kotor seperti telah ditinggalkan penghuninya dalam waktu yang lama. Ketika ia menceritakan hal ini, teman-temannya tak ada yang menanggapinya serius. Pada saat itu, tidak satupun dari mereka yang menyadari adanya mayat dari si wanita penjual bir yang mengambang di dekat mereka.

Esoknya, Ter menemukan sesosok mayat di halaman belakang rumah Mak yang mengenakan cincin yang persis sama seperti cincin yang dipakai Nak. Kedua temannya mulai mempercayai apa yang diucapkan oleh Shin dan Ter, namun tidak ada yang benar-benar berani untuk membungkuk dan melihat Nak di antara kedua kaki, yang merupakan suatu cara untuk mengkonfirmasi apakah ia hantu atau bukan. (saran dari wanita penjual bir di pasar dan Shin)

Ketika mencoba memberitahu Mak tentang istrinya yang telah menjadi hantu, teman-teman Mak malah terjebak di meja makan bersama Mak dan Nak. Mereka disuguhi makanan berupa daun-daun kering, cacing dan belatung, yang disebut Mak sebagai "makanan enak". Hanya Mak yang tampaknya menikmati makanannya. Dia antusias sekali memaksa teman-temannya untuk makan. Buahahahhahaaa... Konyol abis.

Sehabis dinner ala hantu Nak, mereka main game tebak gaya. Di sini mereka kelepasan mengatakan bahwa Nak adalah hantu. Mak yang marah dan tidak terima istrinya disebut hantu, langsung mengusir mereka dari rumah bibinya.

Atas nama persahabatan, mereka tidak dapat pergi dan membiarkan Mak begitu saja bersama hantu Nak. Oleh karenanya, mereka kemudian berkomplot untuk menyadarkan Mak bahwa Nak telah menjadi hantu.

Mak dan Nak datang ke karnaval desa. Nak mengenakan topeng untuk menghindari penduduk desa. Di sini teman-teman Mak mulai menjalankan misi mereka. Pada suatu arena Rumah Hantu, mereka menculik Mak untuk menjauh dari Nak. Di sini konyol banget dimana mereka pura-pura jadi hantu penghuni Rumah Hantu supaya bisa kabur dari Nak yang kehilangan Mak.

Ketika berhasil membawa kabur Mak, luka perang Mak di bagian dada terbuka kembali. Pada saat itu, mereka melihat cincin yang Mak pakai sebagai liontin kalung, yang sangat mirip dengan cincin mayat yang ditemukan Ter di halaman belakang rumah Mak. Karena curiga, mereka melemparkan beras suci ke arah Mak, Mak menjerit keras, (ya iyalah orang lagi luka dadanya, dilempar pake beras) sehingga mereka menjadi yakin, bahwa Mak adalah hantu yang sebenarnya, dan bukan Nak.

Mereka kemudian lari untuk menyelamatkan Nak dengan menggunakan perahu. Nak dan Dang diletakkan di bagian belakang perahu, Namun ternyata perahunya tidak cukup kuat menampung 6 orang sehingga perahunya nyaris tenggelam. Dengan pintarnya, Ter melemparkan kedua dayungnya ke air, Mereka memang tidak jadi tenggelam namun perahunya tidak bisa jalan.. Hahahaha.. paraaahh.

Pada saat itu muncullah Mak di tepi sungai yang datang mendekat, mereka panik. Namun, tak dinyana Mak malah tenggelam. Mak kemudian diselamatkan oleh mereka.. Mak menjelaskan bahwa hantu tidak mungkin tenggelam dan dia menjerit karena mereka telah melemparkan lukanya dengan beras suci.

Dengan tujuh orang di dalam perahu, perahu tersebut mulai tenggelam lagi. Di tengah kepanikan mereka, Ter mulai bertanya-tanya siapa hantu yang sebenarnya. Pada saat tersebut, cincin yang sama persis seperti cincin yang dipakai mayat belakang rumah, jatuh dari Aey. Langsung lah Aey yang dituduh hantu dan ditendang keluar perahu.

Namun, mereka yang ketakutan dan mendayung dengan tangan menjadi frustasi. Tahu-tahu, dari belakang Nak menjulurkan dayung, yang sebelumnya sudah hanyut jauh. Dayung tersebut kemudian diberikan kepada Ter yang duduk di muka. Ter langsung terhenyak. Kemudian, dia berdiri dan membungkuk, untuk melihat di antara kedua kakinya. Dan ternyata memang hantunya adalah Nak.

Mak, yang telah dibuat pingsan, bersama ketiga temannya yang tersisa, Shin, Puak, dan Ter, mendatangi sebuah kuil untuk menemui biksu di sana dan meminta tolong untuk mengusir Nak. Mak yang sadar langsung memanggil-manggil Nak namun ditahan oleh rekan-rekannya. Sayangnya, di sini usaha mereka gagal total karena kecerobohan mereka. Bahkan si Biksu pun kabur dari jendela. sumpah ini bikin ketawa-ketawa sendiri. ^^
 Aey kemudian datang dan menjelaskan kepada mereka bahwa ia masih manusia. Ia memiliki cincin Nak karena mencuri dari jenazahnya untuk membayar hutangnya. Setelah percaya, mereka berlima kemudian menghadapi kemarahan Nak. Mereka mendebat keras dan mengusir Nak untuk meninggalkan Mak karena mereka telah berbeda dunia.

Namun, ternyata, terungkap di sini bahwa Mak sebenarnya sudah tahu sejak lama bahwa Nak adalah hantu. Namun, karena cintanya, Mak membiarkan dan pura-pura tidak tahu. Dia lebih takut harus hidup tanpa Nak, daripada hidup bersama hantu Nak. Teman-temannya yang melihat hal tersebut terharu dan berpelukan, mereka berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain dan tidak akan takut walau salah satu dari mereka telah menjadi hantu, ahaha.. So sweet yang aneh :D

Dalam epilog, digambarkan bahwa Nak, Mak, dan keempat temannya hidup bahagia di desa tersebut. Warga desa masih takut pada Nak. Kemampuan hantu Nak digunakannya untuk mengerjakan tugas sehari-hari, dan yang lainnya, betewe, ternyata Dang juga bisa memanjangkan tangan seperti ibunya, hihii..
Demikianlah, happy ending...

Di sini, Mario Maurer jadi suami yang manja, rada genit, dan oon banget. hahaha. Kadang-kadang bikin ilfeel. Trus jangan kaget lihat pemainnya, giginya hitam semua. Baik cewek maupun cowok. Emang di setting seperti itu, mungkin di abad ke 19, semua orang menghitamkan gigi mereka di Siam. Ya kali ya? Entahlah~ Yang pasti ini film hantu gak serem kok menurut gue. Saking kerennya film ini, konon, berhasil meraup keuntungan more than 1 billion baht atau setara dengan 33 juta dolar. Woow.. Film ini juga menang award banyak banget dan juga masuk ke berbagai nominasi. Di Asia, film ini udah diputer di lebih dari 10 negara. Dan termasuk film terlaris di Asia katanya Om Wikipedia. Ckck.. Manteep..

Ya udah yaa, capek juga ngetik panjang lebar. Sebelumnya gue juga udah nulis sinopsis film Mario Maurer yang lain, yaitu My True Friend alias Meung Gu, salah satu my fav film. Kalau belum baca, ya di klik aja link-nya.

Dadaahh.. makasih yang udah mampir..

Wassalamualaikum.. ^__^

11 comments:

  1. Akhir-akhir ini aku seneng nonton film thailand, kayaknya nih film bagus. Langsung dah meluncur ke youtube. Tks

    ReplyDelete
  2. bgus btol film thailand hebat sgt. bkn mcm sinetron indon. mentel je lebih

    ReplyDelete
  3. Monyet lu! Dari pada malesia ga becus!

    ReplyDelete
  4. Monyet lu! Dari pada malesia ga becus!

    ReplyDelete
  5. Da yg pny link youtube y ga yg full movie aku pnsaran min

    ReplyDelete